Menjamurnya tren aplikasi Musical.ly hingga Tik Tok di Indonesia

Anda mungkin sudah tak asing lagi dengan aplikasi Musical.ly atau Tik Tok yang saat ini digandrungi oleh pengguna smartphone, khususnya generasi milenial

Menjamurnya tren aplikasi Musical.ly hingga Tik Tok di Indonesia (Foto: GottaBeMobile)

Era digital membuat banyak orang semakin kreatif. Betapa tidak bermacam tren dari berbagai negara dan budaya dengan mudah dibagikan dan diviralkan hanya melalui aplikasi atau media sosial. Hadirnya smartphone juga seolah membuat banyak pengguna internet latah dengan tren yang sedang berkembang.

Industri musik sempat disebut tergerus di era digital karena hadirnya aplikasi streaming yang memudahkan pengguna mendengarkan musik tanpa harus membeli kaset CD maupun DVD. Namun sisi positifnya, musik menjadi lebih mudah didistribusikan dan dikenal oleh banyak kalangan.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Booking.com prediksi tren travel tahun 2020

Rayakan ulang tahun kedua, TikTok bagikan fakta unik

Line hadirkan fitur Line Splitbill dengan teknologi OCR


Aplikasi lain yang juga memanfaatkan musik kini tengah menjadi tren di Indonesia. Anda mungkin sudah tak asing lagi dengan aplikasi Musical.ly atau Tik Tok yang saat ini digandrungi oleh pengguna smartphone, khususnya generasi milenial.

Musical.ly lebih dulu hadir populer di Indonesia. Pasalnya aplikasi itu memang lebih dahulu tersedia di toko aplikasi sejak 2015 lalu. Musical.ly yang disebut sebagai aplikasi studio mobile itu memungkinkan pengguna untuk membuat video lip sync dengan tempo cukup cepat dan gaya kreatif mereka. Video tersebut kemudian dibagikan di platform Musical.ly dan bisa dilihat oleh pengguna lain.

Pada 2017, video-video yang dihasilkan melalui aplikasi Musical.ly tersebar di berbagai media sosial. Dengan berbagai keunikan pengguna, video ini memang dengan cepat viral dan mengundang banyak like.

Belum juga tren Musical.ly usai, aplikasi serupa yang disebut Tik Tok hadir di Indonesia pada September 2017. Aplikasi asal China ini sendiri tercatat memulai debutnya di Play Store pada Mei 2017. Sama halnya dengan Musical.ly, Tik Tok memungkinkan pengguna untuk membuat video lip sync dengan gaya kreatif mereka.

Namun pertumbuhan Tik Tok yang diklaim sangat cepat, membuat perusahaan segera memboyongnya ke Indonesia. Tak hanya digunakan oleh kalangan warganet biasa, aplikasi ini juga kerap dimanfaatkan oleh publik figur sebagai hiburan atau hanya sekedar mengikuti tren yang tengah berkembang. Tak ubanya dengan Musical.ly, Tik Tok juga menjamur hingga ke berbagai pengguna di Indonesia baik anak muda maupun orang tua.

Selain di aplikasinya sendiri, video-video Tik Tok menyebar di berbagai media sosial seperti Twitter dan Instagram. Keunikan dan sisi hiburan yang lekat dengan video Tik Tok, membuatnya mudah untuk viral.

Sisi positif dari aplikasi ini adalah memancing kreativitas penggunanya. Layaknya YouTube, Tik Tok maupun Musical.ly memiliki pengguna yang menjadi bintang atau di Musical.ly disebut "Musers". Banyak pengguna yang terkadang menjadikan mereka sebagai panutan dalam mengekspresikan diri dan membuat konten serupa.

Kemudahan dalam menggunakan aplikasi ini juga menjadi salah satu poin tren Tik Tok dan Musical.ly. Pasalnya, hampir setiap musik sudah memiliki gaya tersendiri sehingga banyak pengguna yang membuat video serupa dengan menirukan gaya tersebut. Aplikasi itu juga menyediakan berbagai jenis musik mulai dari Dance, R&B, Western dan lainnya sehingga bisa merangkul dan digunakan berbagai kalangan.

Baik Musical.ly maupun Tik Tok hingga kini masih digandrungi oleh pengguna smartphone di Indonesia. Keduanya juga tercatat menjadi top aplikasi sosial gratis di Play Store. Bahkan Tik Tok menempati posisi pertama dari daftar top aplikasi itu. Penelusuran Tek.id di Play Store, Musical.ly hingga saat ini telah diunduh lebih dari 100 juta kali, sementara Tik Tok lebih dari 50 juta kali unduhan.

Kedepannya kedua aplikasi itu akan melebur menjadi satu aplikasi. Pasalnya Musical.ly telah diakuisisi oleh ByteDance, perusahaan induk Tik Tok. Sayangnya, perusahaan belum mengumumkan apa aplikasi yang akan menjadi transformasi Tik Tok dan Musical.ly.

Tren ini juga tak hanya digandrungi pengguna smartphone di Indonesia, namun juga di luar negeri. Menyadari tren tersebut, raksasa media sosial Facebook menghadirkan fitur Lip Sync Live yang memungkinkan pengguna membuat video lip sync sembari live di platform Facebook. Alih-alih membuat aplikasi baru, fitur ini hadir sebagai opsi yang tersedia ketika pengguna akan melakukan live video. Sayangnya fitur ini masih dalam tahap uji coba di berbagai negara sehingga belum bisa digunakan di Indonesia.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: