Layanan streaming Netflix paling banyak dibajak ketimbang kompetitor

Berdasarkan studi yang digagas baru-baru ini, Netflix jadi platform yang paling banyak dibajak dengan potensi kerugian mencapai USD192 juta setiap bulan.

Layanan streaming Netflix paling banyak dibajak ketimbang kompetitor Source: Google

Layanan streaming merupakan salah satu jenis layanan yang paling banyak dibajak oleh pihak-pihak nakal. Netflix menjadi platform dengan durasi pembajakan paling panjang ketimbang dua pesaingnya, Amazon dan Hulu. setidaknya ada 1 dari 5 orang yang melakukan pembajakan pada platform layanan streaming video tersebut.

Sebuah studi yang digagas CordCutting menyatakan bahwa Netfilx dibajak selama 26 bulan. Periode yang cukup panjang kalau dibandingkan dengan pambajakan pada platform Amazon Prime Video dan Hulu. Amazon Prime setidaknya dibajak selama 16 bulan, sementara periode pembajakan Hulu berada di angka 11 bulan.


BACA JUGA

Men in Black terbaru diperkirakan raup USD40 juta pada debutnya

Star Wars: Knight of the Old Republic bakal digarap jadi film

Netflix bakal adaptasi novel Hello, Universe


Didapati bahwa sekitar 48 persen pengguna menggunakan akun orang tuanya, sementara 14 persen menggunakan akun saudaranya. Parahnya, Netflix berpotensi mengalami kerugian hingga USD192 juta dalam sebulan karena aksi tersebut.

Di sisi lain, para pembajak ini berhasil menghemat pengeluaran kira-kira sebanyak USD207,74 selama 26 bulan masa pembajakan.

Dilansir dari TechCrunch (28/2), CordCutting mencatat bahwa kaum millennial bertanggung jawab atas aksi tersebut. Bagaimana tidak, kabarnya kalau kaum millenials penyumbang aksi pembajakan terbesar di platform streaming. Di Netflix, jumlahnya  mencapai 18 persen, sementara pada layanan Hulu, presentasenya mencapai 20 persen.

Perlu diketahui, studi ini hanya fokus pada akun langganan pribadi, bukan akun yang dapat dibagikan dalam keluarga. Jadi, pembajak akan menonton menggunakan akun yang seharusnya tidak dibagikan oleh pemiliknya. Ironisnya, dalam survei yang dilakukan orang-orang tersebut mengklaim akan membayar layanan Netflix jika mereka kehilangan akses ke akun yang dipinjamnya.

Menurut penelitian itu, ada sekitar 59,3 persen (sekitar 14 juta orang) yang menyatakan akan membayar jika mereka kehilangan akses. Namun secara khusus penelitian itu menyoroti kebenaran dibalik perkataan para responden.

Beberapa cara digagas Netflix untuk menghadapi masalah tersebut. Perusahaan streaming video itu diketahui menaikkan harga langganan bulanannya. Dari semula hanya US7,99, saat ini harganya menjadi US8,99. Perlu diketahui, harga berlangganan paling mahal di Netflix saat ini adalah US12,99 dalam sebulan.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: