Berkat AI, ilmuwan asal Jepang bisa buat robot dari ranting pohon

Dalam contoh kayu ranting, robot menemukan cara optimal untuk membawa anggota kayunya ke kehidupan virtual dengan menggunakan teknologi deep learning.

Berkat AI, ilmuwan asal Jepang bisa buat robot dari ranting pohon

Para peneliti di University of Tokyo dapat mengubah ranting pohon menjadi robot. Cara mereka melakukan ini adalah membuat algoritma deep learning agar dapat menggerakkan potongan kayu yang ditemukannya. Hanya menggunakan beberapa servo standar, ranting tersebut dapat berjalan.

“Dalam pekerjaan kami, kami ingin mempertimbangkan penggunaan benda-benda yang ditemukan dalam robot. Ini adalah cabang pohon dari berbagai bentuk. Benda-benda itu telah digunakan dalam seni atau arsitektur, tetapi biasanya tidak dianggap sebagai bahan pembuat robot.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Mobil otonom Toyota hadir untuk antar para atlet Olimpiade 2020

Robot vakum Samsung bisa deteksi material lantai secara otomatis

Toyota gunakan VR untuk melatih robot asisten rumah tangga


Namun ketika robot dilatih menuju tujuan penggerak yang efisien, bagian-bagian ini mengadopsi material baru sehingga dapat berjalan, melompat, menyeret lengan, memutar pinggul, atau mekanisme kreatif tenaga penggerak lain,” kata para peneliti tersebut.

Deep learning berguna untuk aplikasi di mana AI perlu memikirkan strategi untuk dirinya sendiri melalui usaha experimen. Pendekatan kecerdasan buatan ini digunakan untuk mengembangkan DeepMind AI, yang belajar memainkan gim Atari klasik hanya menggunakan data di layar gim dan pengetahuan tentang kontrolnya.

Dalam contoh kayu ranting, robot menemukan cara optimal untuk membawa anggota kayunya ke kehidupan virtual dengan menggunakan teknologi deep learning agar dapat menguji berbagai jenis penggerak. Hasilnya melibatkan gerakan yang efisien.

Dilansir dari Digital Trends (8/7), para peneliti melakukan pelatihan dalam sebuah simulasi. Di antara hal-hal lain, ini memungkinkan untuk sejumlah besar upaya gerakan yang gagal tanpa harus khawatir tentang kerusakan fisik robot. Untuk melakukannya secara akurat, para peneliti pertama-tama harus memindai kayu secara 3D dan memasukkan bobot masing-masing sehingga dapat dikalkulasi dengan benar.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: