Jelang Lebaran, Bank Saqu Luncurkan Kampanye Awas Hantu Cyber Cegah Penipuan Digital
Bank Saqu meluncurkan kampanye “Awas Hantu Cyber” untuk mengedukasi nasabah agar lebih waspada terhadap penipuan digital menjelang Idulfitri.
Kampanye Awas Hantu Cyber Bank Saqu. dok. Bank Saqu
Menjelang Idulfitri, aktivitas transaksi digital masyarakat biasanya meningkat pesat. Mulai dari belanja online, pengiriman uang, hingga berbagai promo musiman, semuanya membuat masyarakat semakin aktif bertransaksi secara digital. Namun di balik kemudahan tersebut, ancaman penipuan siber juga ikut meningkat.
Melihat kondisi tersebut, Bank Saqu menghadirkan kampanye edukatif bertajuk “Awas Hantu Cyber” untuk mengingatkan nasabah agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan digital yang semakin beragam.
Kampanye ini menjadi bagian dari upaya Bank Saqu dalam meningkatkan literasi keamanan siber di tengah maraknya ancaman kejahatan siber yang menargetkan aktivitas finansial masyarakat.
Chief Digital & Retail Business Officer Bank Saqu Angela Lew Dermawan mengatakan meningkatnya aktivitas digital menjelang Lebaran sering dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk menjalankan berbagai modus penipuan.
- Kasus Penipuan Digital di Indonesia Melonjak, Waspadai Bahaya Dokumen Palsu
- Kaspersky Temukan Malware Android Menyamar sebagai Aplikasi Starlink, Bisa Kendalikan Ponsel Korban
- Riset : Hampir 40 Juta Serangan Siber Targetkan Perangkat Pengguna di Indonesia pada 2025
- Waspada Penipuan Digital Modus THR, VIDA Ingatkan Masyarakat: Jangan Asal Klik
“Di dunia digital saat ini, ancaman kejahatan siber sering datang tanpa disadari dan tidak selalu terlihat jelas, tetapi dampaknya bisa sangat nyata bagi masyarakat. Menjelang Idulfitri, ketika aktivitas transaksi digital masyarakat biasanya meningkat, kami ingin mengingatkan nasabah untuk tetap waspada terhadap berbagai modus penipuan,” ujar Angela.
Ia menambahkan, melalui kampanye tersebut Bank Saqu ingin membantu masyarakat memahami cara melindungi diri saat bertransaksi secara digital.
“Melalui ‘Awas Hantu Cyber’, Bank Saqu berharap masyarakat dapat lebih memahami cara melindungi diri dan menjaga keamanan data pribadi saat bertransaksi,” lanjutnya.
Momentum Ramadan dan Idulfitri kerap dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk menjalankan berbagai modus penipuan. Beberapa di antaranya berupa pesan palsu terkait paket kiriman, tawaran promo belanja, hingga pihak yang mengaku sebagai perwakilan lembaga tertentu untuk meminta data pribadi atau kode OTP.
Seiring berkembangnya layanan keuangan digital, berbagai metode penipuan seperti phishing, social engineering, hingga penyalahgunaan data pribadi juga semakin sering terjadi dan terkadang sulit dikenali oleh masyarakat.
Untuk membantu masyarakat memahami ancaman tersebut, Bank Saqu menggunakan pendekatan komunikasi yang kreatif melalui personifikasi “Hantu Cyber”. Karakter ini menggambarkan berbagai jenis ancaman digital yang kerap mengintai aktivitas finansial masyarakat.
Melalui pendekatan storytelling yang ringan dan mudah dipahami, kampanye ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali berbagai modus penipuan serta memahami langkah-langkah sederhana untuk menghindarinya.
Konten edukasi “Awas Hantu Cyber” akan disajikan dalam bentuk serial konten digital yang disebarkan melalui berbagai kanal komunikasi Bank Saqu, termasuk media sosial dan platform digital lainnya.
Ancaman penipuan digital di Indonesia memang terus meningkat. Data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat Indonesia mengalami ratusan juta anomali trafik siber setiap tahun yang berpotensi mengarah pada berbagai serangan digital.
Sementara itu, laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa kerugian masyarakat akibat penipuan digital, termasuk social engineering dan penyalahgunaan OTP, diperkirakan mencapai lebih dari Rp2,5 triliun pada 2024.
Laporan industri juga mencatat sepanjang November 2024 hingga September 2025 terdapat lebih dari 274 ribu laporan penipuan finansial di Indonesia dengan estimasi kerugian publik mencapai lebih dari Rp6 triliun.
Melihat tingginya angka tersebut, edukasi keamanan digital dinilai menjadi langkah penting untuk melindungi masyarakat dari berbagai ancaman siber.
Selain mengedukasi masyarakat, Bank Saqu juga terus memperkuat sistem keamanan digital untuk melindungi transaksi nasabah.
Sebagai bank yang berada dalam ekosistem Astra Financial dan WeLab, Bank Saqu menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menghadirkan inovasi layanan keuangan digital, tetapi juga meningkatkan literasi keamanan digital bagi masyarakat.
“Bank Saqu ingin menjadi lebih dari sekadar penyedia layanan perbankan. Kami ingin hadir sebagai mitra finansial yang membantu nasabah merasa lebih aman dan percaya diri dalam menjalani aktivitas finansial di dunia digital,” kata Angela.









