Review Film

A Simple Favor, kisah teman yang hilang

Film ini diangkat dari novel karya Darcey Bell dengan judul yang sama. A Simple Favor juga punya pemain kenamaan yang pasti tidak diragukan lagi aktingnya seperti Anna Kendrick dan Blake Lively.

A Simple Favor, kisah teman yang hilang

Film yang memiliki genre drama thriller ini menurut saya tidak biasa. Pasalnya secara umum film yang ber-genre demikian menampilkan alur cerita yang gelap kelam dan mengerikan. Tetapi film A Simple Favor tidak demikian, ada bumbu komedi di dalamnya. Hal ini disebabkan oleh pemeran utama didalangi Anna Kendrick yang biasanya berlakon kocak.

Film ini diangkat dari novel karya Darcey Bell dengan judul yang sama. A Simple Favor punya pemain kenamaan yang pasti tidak diragukan lagi aktingnya seperti si seksi Blake Lively, Henry Golding, Andrew Rannells, Linda Cardellini, Rupert Friend, dan Jean Smart.

Cerita berawal dari Stephanie (Anna Kendrick) yang seorang vlogger dan single parent ini tidak sengaja menjalin pertemanan dengan Emily (Blake Lively) yang tidak lain adalah ibu dari teman anaknya disekolah. Karakter Stephanie yang merangkap sebagai ibu rumah tangga memiliki sifat polos dan baik, bertolak belakang dengan Emily yang super fashionable, misterius, wanita karir dan agak nyeleneh.

Mereka menjalin pertemanan yang menarik, suka saling curhat dan mengungkap rahasia masing-masing. Sampai kepada Stephanie yang selalu diminta bantuannya untuk menjemput anak Emily dari sekolah karena dirinya mempunyai urusan yang katanya sangatlah penting. Sedangkan suami Emily, Sean (Henry Golding), sedang ada urusan keluarga diluar kota.

Jadilah Stephanie menjemput dan mengasuh anak Emily yang dikiranya hanya sehari, tetapi malah sampai berhari-hari karena Emily tidak dapat dihubungi dan tiba-tiba menghilang. Kasus menghilangnya Emily inilah yang menjadi cerita utama film A Simple Favor. Karena sosok Emily yang fashionable dan penuh misteri menjadikan jalan cerita yang seru, menarik dan bahkan tidak dapat ditebak. Blake Lively sebagai Emily punya karakter yang kuat disini dan menurut saya dia berhasil menampilkan karakter Emily yang cantik.

A Simple Favor menurut saya

Awal saya membaca judul film ini, jujur asing. Karena saya belum pernah melihat trailer-nya. Tetapi karena pemeran utamanya si cantik Anna Kendrick yang telah saya kenal sejak film Pitch Perfect (2012), saya penasaran dengan film tersebut. Saya juga menyukai lawan main Anna Kendrick, Blake Lively, karena telah menjadi pemeran utama di salah satu film kegemaran saya, The Shalows (2016).

Seperti yang telah saya bilang dari awal, film ini memiliki genre thriller, tetapi sang sutradara (Paul Feig) menyisipkan pengambilan warna yang ceria ketimbang suram. Musik-musik yang mengalun juga lebih ke arah ceria ketimbang dengan efek-efek yang bisa membuat orang takut. Anna Kendrick dan Blake Lively sama-sama memiliki selera humor yang tinggi di film ini. Tetapi perbedaannya adalah Anna lebih ke arah komedi sehari-hari, sedangkan Blake sebagian besar selalu melontarkan lelucon kasar.

Nah, sekarang saatnya membicarakan hal teknis. Aspect ratio pada film ini menggunakan 16:9 sehingga kurang lebar dibandingkan film-film saat ini yang mengusung aspect ratio 1.85:1. Dengan demikian, saya kurang puas dengan aspect ratio yang dimiliki oleh film A Simple Favor. Soal tata suara, film ini menggunakan Dolby Surround 7.1 channel. Tata suara tersebut sudah dibilang cukup untuk sebuah film. Menurut saya, meski hanya dibalut dengan tata suara 5.1 channel, pengalaman menonton tidak akan berkurang banyak mengingat film ini sebagian besar menampilkan dialog.

Saya merekomendasikan film ini untuk para pecinta film thriller, tontonlah bersama sahabat dan pacar. Selain itu, saya sarankan agar memperhatikan setiap dialog yang dilontarkan. Meski ditaburi bumbu-bumbu komedi, sebagian besar dialog akan menjadi jawaban di akhir film. Setelah menontonnya, saya memberi film ini dengan skor 7/10.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: