Laba Samsung menyusut tajam di 2018
Samsung menuduh permintaan chip memori yang rendah, sebagai dalang penurunan pendapatannya di 2018 lalu.
(Foto: Fortune)
Samsung Electronics merilis laporan pendapatannya untuk kuartal terakhir 2018. Dalam laporannya itu, perusahaan asal Korea Selatan tersebut mendapati penurunan laba. Ini pertama kalinya terjadi dalam dua tahun terakhir. Penurunan itu bahkan jauh dari angka yang diprediksi para analis.
Samsung sendiri menuduh permintaan chip memori yang rendah dari perkiraan, sebagai dalang penurunan pendapatannya. Padahal di kuartal sebelumnya, komponen itu cukup membantu perusahaan dalam meningkatkan pendapatan bahkan ketika bisnis smartphone melempem.
Samsung Electronics mengatakan perusahaannya memprediksi laba operasi konsolidasi sekitar 10,8 triliun Won, penurunan 28,7% dari 15,15 triliun Won yang mereka peroleh di periode yang sama tahun lalu. Thomson Reuters sendiri sebelumnya memperkirakan laba operasi sekitar 13,2 triliun Won.
Sementara itu, penurunan penjualan terkonsolidasi diperkirakan sekitar 59 triliun Won, menurun 10,6% dari tahun lalu yang mencapai 65,98 triliun Won. Analis sendiri memperkirakan penjualan mencapai 62,8 triliun Won.
- Samsung Solve for Tomorrow 2026 Ajarkan Anak Muda Tak Asal Pakai AI untuk Bikin Inovasi
- Foto Sering Blur? Ini 3 Fitur Camera Assistant Samsung Galaxy yang Bisa Dicoba
- Strava Jadi Aplikasi Bawaan Galaxy Watch9 dan Ultra2, Samsung Perkuat Ekosistem Kebugaran
- Samsung Bawa Fitur AI ke Ponsel Kelas Menengah Lewat Galaxy A27 5G
"Kami memperkirakan pendapatan akan tetap lemah pada kuartal pertama 2019 karena kondisi sulit untuk bisnis memori," kata pihak Samsung.
Dilansir Phone Arena (8/1), tampaknya persaingan yang semakin ketat dari China, telah mempengaruhi merek Samsung di pasar smartphone. Kendati labanya menurun, Samsung optimis akan masa depan perusahaan dengan memperkuat kepemimpinan pasar melalui teknologi 5G dan inovasi smartphone lipat. Samsung juga memprediksi meningkatnya pertumbuhan perusahaan pada paruh kedua tahun ini, karena permintaan chip memori yang dinilai meningkat.








