ASUS Pamer Mini PC AI Ascent QN10, NPU 80 TOPS dalam Bodi 0,7 Liter
ASUS Ascent QN10 hadir dengan Snapdragon X2 Elite dan NPU 80 TOPS dalam bodi kurang dari 0,7 liter untuk menjalankan AI secara lokal.
Mini PC ASUS AI Ascent QN10. dok. ASUS
ASUS mengumumkan Ascent QN10, mini PC berbasis Snapdragon X2 Elite yang dibekali Neural Processing Unit (NPU) dengan kemampuan pemrosesan AI hingga 80 TOPS.
Menariknya, kemampuan tersebut ditempatkan dalam perangkat berukuran kurang dari 0,7 liter.
Ascent QN10 ditujukan untuk kreator, developer, dan perusahaan yang membutuhkan pemrosesan kecerdasan buatan (AI) secara lokal.
Perangkat dapat digunakan untuk menjalankan sejumlah pekerjaan AI langsung pada perangkat tanpa seluruh pemrosesan harus dikirim ke cloud.
- ASUS ROG Pamer Monitor OLED 720Hz di Gamescom 2026, Bidik Gamer Esports
- ROG Edition 20 Resmi Dijual di Indonesia, Ini Harga dan Daftar Produknya
- ASUS ROG Luncurkan Gjallar, Soundbar Gaming Premium dengan Dolby Atmos 2.1.2
- ASUS ROG Rayakan 20 Tahun dengan Edition 20, Tandai Era Baru Gaming Berbasis AI dan Performa Ekstrem
ASUS bahkan mengklaim Ascent QN10 sebagai mini PC AI pertama di dunia yang membawa NPU 80 TOPS.
Di balik bodinya yang ringkas, Ascent QN10 menggunakan platform Snapdragon X2 Elite dengan CPU Qualcomm Oryon hingga 18 core.
Pemrosesan grafis mengandalkan GPU Qualcomm Adreno, sedangkan kebutuhan AI ditangani NPU Qualcomm Hexagon.
NPU tersebut menawarkan performa AI hingga 80 TOPS untuk mengakselerasi sejumlah aplikasi langsung di perangkat, mulai dari penerjemahan bahasa secara real-time, pembuatan konten berbasis AI, peningkatan kualitas video, AI assistant, hingga otomatisasi alur kerja.
Kemampuan pemrosesan lokal juga memungkinkan Ascent QN10 digunakan untuk menjalankan inferensi Large Language Model (LLM) serta berbagai kebutuhan edge AI.
Salah satu daya tarik Ascent QN10 terletak pada dimensinya. ASUS menyebut mini PC tersebut memiliki volume kurang dari 0,7 liter atau 86% lebih kecil dibandingkan sistem PC desktop berukuran 5 liter yang dijadikan pembanding perusahaan.
Ukuran tersebut memungkinkan perangkat ditempatkan di ruang kerja dengan keterbatasan area, termasuk kantor, studio kreatif, maupun lingkungan perusahaan yang membutuhkan komputasi AI lokal.
ASUS juga mengklaim GPU Qualcomm Adreno yang digunakan mampu memberikan peningkatan performa hingga 2,3 kali dibandingkan generasi sebelumnya.
Snapdragon X2 Elite turut dirancang untuk menjaga keseimbangan antara performa dan efisiensi energi sehingga perangkat dapat menangani multitasking, pembuatan konten, serta pekerjaan berbasis AI dengan pengoperasian yang tetap dingin dan senyap.
Untuk kebutuhan pengembangan AI, Ascent QN10 menyediakan akses ke Qualcomm AI Hub.
Platform tersebut memberikan akses kepada developer ke lebih dari 175 model AI yang telah dioptimalkan serta Qualcomm AI Stack.
Dukungan Bring Your Own Model (BYOM) dan Bring Your Own Data (BYOD) juga memungkinkan developer menggunakan model maupun data sendiri dalam pengembangan aplikasi AI.
Selain menjalankan AI secara lokal, Ascent QN10 mendukung skema hybrid agentic AI yang mengombinasikan pemrosesan melalui NPU perangkat dengan layanan LLM berbasis cloud.
Pendekatan tersebut memungkinkan beban kerja tertentu diproses secara lokal, sedangkan kebutuhan lainnya dapat menggunakan API model AI di cloud.
ASUS menilai pembagian tersebut dapat membantu menyeimbangkan responsivitas, privasi, efisiensi daya, dan biaya operasional.
Perangkat juga mendukung sejumlah tool dan kerangka kerja AI agent, termasuk OpenClaw dan Hermes Agent.
Berdasarkan materi ASUS, pengguna dapat berinteraksi dengan AI agent melalui platform seperti WhatsApp dan LINE untuk menjalankan kebutuhan otomatisasi.
Untuk penggunaan di lingkungan perusahaan, ASUS membekali Ascent QN10 dengan arsitektur keamanan chip-to-cloud yang mencakup lapisan perangkat keras, firmware, sistem operasi, dan lingkungan cloud.
Salah satu komponennya adalah fTPM 2.0 untuk membantu melindungi kredensial dan mendukung enkripsi berbasis perangkat keras.
Mini PC tersebut juga dilengkapi prosesor keamanan Microsoft Pluton yang ditujukan untuk memperkuat perlindungan identitas dan kata sandi serta mendukung pengelolaan perangkat.
Pendekatan keamanan ini disiapkan untuk melindungi data dan beban kerja AI, terutama ketika Ascent QN10 digunakan untuk memproses informasi perusahaan secara lokal maupun melalui skema hybrid.
ASUS turut membekali Ascent QN10 dengan konektivitas WiFi 7 dan Bluetooth 6.0.
Perangkat juga menawarkan konektivitas I/O dan kemampuan ekspansi untuk kebutuhan pengembangan AI, pemasangan periferal, serta alur kerja yang melibatkan beberapa perangkat.









