×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Kabel USB-C Tidak Selalu Tahan Air, Kenali Sertifikasi IP67 dan IP68

Oleh: Dhanisa Julia Putri - Senin, 02 November 2026 15:45

Peringkat IP mengacu pada standar IEC 60529 yang dikembangkan oleh International Electrotechnical Commission (IEC).

Kabel USB-C Tidak Selalu Tahan Air, Kenali Sertifikasinya Kabel USB-C. dok. Magnific

Kabel USB-C tidak selalu memiliki perlindungan terhadap air meskipun konektornya terlihat tertutup rapat. 

Pengguna perlu memperlihatkan sertifikasi Ingress Protection (IP) saat memilih kabel tahan air.

Dikutip dari Engadget, kabel USB-C tahan air umumnya memiliki sertifikasi IP67 atau IP68. Standar tersebut menunjukkan tingkat perlindungan perangkat terhadap masuknya benda padat, seperti debu, serta cairan, termasuk air.

Peringkat IP mengacu pada standar IEC 60529 yang dikembangkan oleh International Electrotechnical Commission (IEC). 

Dalam kode tersebut, angka pertama menunjukkan tingkat perlindungan terhadap debu, sedangkan angka kedua menunjukkan perlindungan terhadap air.

Kabel dengan sertifikasi IP67 memiliki perlindungan kedap debu dan mampu bertahan ketika terendam air hingga kedalaman satu meter selama maksimal 30 menit. 

Sementara, IP68 juga menawarkan perlindungan kedap debu, tetapi dirancang untuk kedalaman yang lebih dari satu meter dan durasi yang lebih lama. 

Namun batas kedalaman dan durasinya dapat berbeda sesuai ketentuan produk.

Perlindungan tersebut penting karena standar USB-C sendiri tidak menetapkan ketahanan terhadap air. 

Artinya, kabel USB-C biasa mungkin mampu menghadapi percikan air, tetapi pengguna tidak memiliki jaminan perlindungan khusus jika kabel terpapar cairan.

Engadget menjelaskan, konektor USB-C memiliki 24 kontak yang terhubung dengan jalur data dan daya di dalam kabel. Jika air masuk ke bagian konektor, kondisi tersebut dapat menyebabkan korsleting dan merusak perangkat yang terhubung. Paparan kelembapan dalam waktu lama juga berpotensi menimbulkan korosi pada kontak.

Untuk memberikan perlindungan, produsen biasanya menggunakan segel karet silikon, gasket, atau cincin pengunci di sekitar konektor. 

Beberapa kabel juga menggunakan sambungan bayonet berulir yang mengompresi segel karet ketika dikencangkan, sehingga membentuk sambungan kedap air.

Pada kabel yang dirancang untuk penggunaan di lingkungan dengan paparan air lebih lama, produsen dapat menggunakan material seperti neoprena. 

Sementara itu, fluoroelastomer (FKM) digunakan ketika kabel membutuhkan ketahanan lebih tinggi terhadap bahan kimia atau pelarut.

Jika kabel USB-C terlanjur terkena air, pengguna perlu mencabutnya terlebih dahulu dan menggoyangkan bagian konektor untuk mengeluarkan sisa cairan. Setelah itu, biarkan kabel mengering selama 24 hingga 48 jam sebelum digunakan kembali.

Pengguna tidak disarankan mengeringkan kabel menggunakan pengering rambut karena panas dapat merusak komponennya. 

Memasukkannya ke dalam beras untuk mengurangi kadar air juga tidak disarankan sebab butiran kecil dan debu berpotensi masuk ke dalam konektor.

Apabila kabel terasa panas ketika kembali digunakan setelah kering, pengguna disarankan menggantinya. 

Saat membeli kabel USB-C tahan air, pastikan produk mencantumkan peringkat IP resmi, bukan hanya mengandalkan klaim tahan air dari penjual.

×
back to top