×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Nilai Industri Game RI Tembus Rp32 Triliun, Komdigi Ingin Indonesia Tak Cuma Jadi Pasar

Oleh: Tek ID - Sabtu, 05 September 2026 06:35

Industri game RI bernilai Rp32 triliun pada 2025. Komdigi mendorong esports dan game lokal menjadi sumber ekonomi serta profesi baru.

Nilai Industri Game RI Tembus Rp32 Triliun Turnamen Mobile Legends yang diseenggarakan ASPIMTEL di Hari Bakti Postel. dok. ASPIMTEL

Industri game Indonesia semakin berkembang menjadi salah satu bagian dari ekonomi digital yang menawarkan peluang bisnis dan lapangan kerja baru. 

Nilai industri game nasional tercatat mencapai Rp32 triliun pada 2025, sementara pasar esports Indonesia diproyeksikan terus berkembang dalam beberapa tahun mendatang.

Sekretaris Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Aryo Pamoragung mengatakan perkembangan tersebut menunjukkan game tidak lagi dapat dipandang sekadar sebagai hiburan.

“Industri game itu bukan lagi sekadar permainan sebelah mata. Ini adalah industri yang sangat besar dan bagian dari ekosistem digital,” kata Aryo seusai pembukaan Turnamen Esports Mobile Legends Hari Bhakti Postel ke-81 di Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Berdasarkan data yang disampaikan Aryo, valuasi industri game Indonesia mencapai Rp32 triliun pada 2025. 

Sementara laporan PwC memproyeksikan nilai pasar esports Indonesia mencapai 2,4 miliar dolar AS atau Rp42,31 triliun pada 2029.

Besarnya pasar tersebut membuat pengembangan industri game lokal menjadi semakin penting. Komdigi mendorong masyarakat Indonesia tidak hanya menjadi konsumen dan pemain, tetapi juga terlibat dalam penciptaan produk serta ekosistem industri game.

“Kami harap rekan-rekan yang hadir di sini tidak hanya jadi pemain, tapi juga memunculkan kreator-kreator game di Indonesia, kreator game lokal, developer-developer game lokal, sehingga pasar game di Indonesia ini tidak hanya dinikmati oleh luar, tapi Indonesia bisa mengambil manfaat ekonomi di situ,” ujar Aryo.

Momentum tersebut turut ditandai dengan masuknya kompetisi esport untuk pertama kalinya ke dalam rangkaian peringatan Hari Bhakti Postel.

Asosiasi Penyelenggara Infrastruktur Menara Telekomunikasi (ASPIMTEL) menggelar Turnamen Esports Mobile Legends Hari Bhakti Postel ke-81 di Rasuna Epicentrum, Kuningan, Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Turnamen diikuti tim yang berasal dari Kementerian Komdigi, industri pos dan telekomunikasi, perusahaan di sektor digital, hingga media.

Ketua Umum Pengurus Nasional Indonesia Esports Association (IESPA) Ibnu Sulistyo Riza Pradipto menilai potensi ekonomi esports tidak hanya berasal dari pemain profesional.

Menurut dia, ekosistem tersebut turut menciptakan kebutuhan terhadap berbagai profesi lain, mulai penyelenggara turnamen, manajer tim, wasit, hingga caster.

“Esports mendapatkan pengguna 68 juta gamers aktif. Ini adalah future work, ini adalah masa depan ekonomi Indonesia. Ekosistemnya bukan hanya pro player, tapi juga event organizer, manager tim esports, wasit esports, ada juga caster esports. Itu adalah opportunity, dan bukan tidak mungkin teman-teman di sini mendapat kesempatan itu untuk menjadi profesi,” kata Ibnu.

Ibnu bahkan mendorong kompetisi esport menjadi agenda rutin dalam peringatan Hari Bhakti Postel setiap tahun.

Ia juga menjanjikan tim yang menempati peringkat pertama dan kedua dalam turnamen tersebut mendapatkan kesempatan bermain bersama pemain profesional Indonesia dan Timnas Mobile Legends.

Pengurus ASPIMTEL Indra Gunawan mengatakan tingginya minat terhadap turnamen terlihat dari jumlah pendaftar yang melampaui perkiraan penyelenggara.

Menurut dia, pertumbuhan game dan esports juga tidak dapat dipisahkan dari ketersediaan infrastruktur telekomunikasi.

“Tanpa ada konektivitas sudah pasti tidak ada Mobile Legends. Dan kita percaya dengan konektivitas yang bagus akan mendorong juga industri game, dan Mobile Legends khususnya, di Indonesia,” ujar Indra.

Keterkaitan tersebut sejalan dengan tema Hari Bhakti Postel ke-81, yakni “Konektivitas Digital untuk Indonesia Berdaulat”.

Ketua Pelaksana Hari Bhakti Postel ke-81 Tahun 2026 Theodorus Ardi Hartoko mengatakan turnamen Mobile Legends menjadi kegiatan ketiga dalam rangkaian peringatan tahun ini setelah seminar dan fun walk.

“Ini merupakan event ketiga, sebelumnya ada seminar, ada fun walk, dan yang cukup meriah sekarang adalah kompetisi gamers hari ini. Ayo kita meriahkan Hari Bhakti Postel dan ini adalah apresiasi terhadap seluruh insan pos dan telekomunikasi di Indonesia,” ujar pria yang akrab disapa Teddy tersebut.

Rangkaian Hari Bhakti Postel selanjutnya mencakup donor darah dan pertandingan mini soccer sebelum ditutup dengan upacara peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 pada 27 September 2026 di Bandung.

Dalam kompetisi perdana tersebut, tim esport PT Telkom Infrastruktur Indonesia (Infranexia) keluar sebagai juara setelah mengalahkan tim PT Amron Citinet (ACT) dengan skor 2-0 pada pertandingan final.

Rivaldi dari Infranexsia juga meraih penghargaan Most Valuable Player (MVP).

“Kuncinya objektif sama penguasaan heronya, biar bisa konsisten terus untuk juara satu, dan kita harus kompak,” kata Abi, salah satu anggota tim Telkom Infra Indonesia.

Turnamen memperebutkan total hadiah Rp30,5 juta untuk juara pertama, juara kedua, dan MVP.

×
back to top