×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Digital Foundry Ungkap Masalah Call of Duty di Switch 2, Respons Kontrol Jauh Lebih Lambat

Oleh: Tek ID - Minggu, 01 November 2026 10:45

Call of Duty: Modern Warfare 4 di Nintendo Switch 2 mengalami input lag hingga dua kali PS5. Simak hasil uji Digital Foundry dan dampaknya bagi gamer.

Digital Foundry Ungkap Masalah Call of Duty di Switch 2 Call of Duty: Modern Warfare 4 di Nintendo Switch 2. dok. Nintendo

Call of Duty: Modern Warfare 4 di Nintendo Switch 2 Punya Input Lag Dua Kali Lebih Tinggi dari PS5

Kehadiran Call of Duty: Modern Warfare 4 di Nintendo Switch 2 membawa kabar kurang menyenangkan bagi penggemar game tembak-menembak kompetitif. 

Meski mampu menjalankan mode multiplayer pada 60 frame per detik (fps), versi konsol Nintendo tersebut memiliki keterlambatan respons kontrol atau input lag yang jauh lebih tinggi dibandingkan PlayStation 5 (PS5).

Temuan itu diungkap Digital Foundry melalui pengujian performa Modern Warfare 4 di Nintendo Switch 2. 

Hasilnya menunjukkan waktu respons kontrol dalam mode portabel dapat mencapai dua kali lipat dibandingkan PS5.

Dalam pengujian tersebut, input lag Modern Warfare 4 pada Nintendo Switch 2 tercatat sekitar 81 milidetik (ms) ketika dimainkan melalui televisi menggunakan dock. 

Sementara itu, saat dimainkan dalam mode portabel, keterlambatannya mencapai sekitar 100 ms.

Sebagai perbandingan, versi PS5 mencatat input lag sebesar 49,1 ms. Artinya, pemain Nintendo Switch 2 membutuhkan waktu lebih lama untuk melihat respons permainan setelah menekan tombol kontrol.

Digital Foundry bahkan menemukan input lag dalam mode multiplayer portabel dapat bervariasi antara 83 ms hingga 125 ms, bergantung pada kondisi permainan.

Perbedaan tersebut menjadi persoalan penting dalam pertandingan kompetitif, terutama ketika pemain harus membidik, menembak, atau bereaksi terhadap pergerakan lawan dalam waktu singkat.

Semakin tinggi input lag, semakin lama jeda antara perintah pemain dan tindakan karakter di layar. 

Kondisi ini berpotensi membuat pemain Nintendo Switch 2 berada dalam posisi kurang menguntungkan ketika menghadapi pengguna platform lain.

Meski demikian, performa visual Modern Warfare 4 di Nintendo Switch 2 tidak sepenuhnya mengecewakan.

Digital Foundry mencatat mode multiplayer umumnya mampu mempertahankan target 60 fps, yang menjadi standar penting untuk permainan tembak-menembak kompetitif.

Penurunan frame rate masih ditemukan dalam situasi tertentu, salah satunya ketika pemain melihat melalui pelindung transparan pada perlengkapan riot shield.

Dukungan Variable Refresh Rate (VRR) juga membantu mengurangi gangguan visual akibat perubahan frame rate pada layar yang kompatibel. 

Namun, performa permainan dalam mode portabel dinilai lebih menantang dibandingkan ketika konsol digunakan melalui dock.

Berbeda dengan multiplayer, mode cerita atau campaign Modern Warfare 4 berjalan pada 30 fps di Nintendo Switch 2.

Dalam pengujian IGN, mode tersebut dinilai masih memberikan pengalaman bermain yang cukup mulus, meskipun kualitas grafisnya mengalami penurunan dibandingkan versi PC, PS5, dan Xbox Series X.

Detail tekstur dan wajah karakter terlihat lebih sederhana, tetapi permainan tetap dapat dijalankan dengan cukup lancar. 

Dalam mode dock, campaign dilaporkan berjalan pada 30 fps dengan keluaran gambar 4K.

Versi Nintendo Switch 2 sendiri ditangani studio Digital Legends dengan dukungan Infinity Ward. 

Kehadirannya menjadi tonggak penting karena menandai kembalinya seri Call of Duty ke konsol Nintendo setelah terakhir kali hadir melalui Call of Duty: Ghosts pada 2013.

Kembalinya Call of Duty ke platform Nintendo tidak terlepas dari komitmen Microsoft ketika mengakuisisi Activision Blizzard.

Saat proses akuisisi berlangsung, Microsoft menyatakan komitmennya untuk menghadirkan Call of Duty ke platform Nintendo selama 10 tahun. 

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas ketersediaan game kepada pemain di berbagai perangkat.

×
back to top